Jumat, 06 Januari 2012

Area CFD Bertambah Luas

BALAI KOTA - Area yang masuk Program Car Free Day (CFD) bertambah luas. Sebagaian Jalan Ahmad Yani, Pandanaran, dan Jalan Gajahmada ikut ditutup.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang Arif Rudianto menyatakan penanggung jawab program diambil alih Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo).
”Tahun ini sudah dianggarkan Rp 200 juta di Dishubkominfo,” kata dia.

Sementara itu, Kadishubkominfo Ednawan Haryono menyatakan mulai hari Minggu besok,  Jalan Pemuda dan Pahlawan ditutup mulai pukul 05.00-09.00.
Khusus CFD di Jalan Pahlawan dan kawasan Simpanglima, penutupan melebar hingga Jalan Ahmad Yani, Gajahmada, dan Pandanaran.

Untuk Jalan Ahmad Yani, kata Ednawan, penutupan dimulai dari pertigaan RRI, sedangkan Jalan Gajahmada hanya di perempatan Kampung Kali. Begitu juga Jalan Pandanaran, penutupan dimulai dari pertigaan Jalan Pandanaran II atau depan toko buku Merbabu.
”Supaya akses warga jadi leluasa. Sebagian ruas jalan Ahmad Yani, Gajahmada dan Pandanaran kami tutup selama empat jam,” tandasnya.

Dukung Program

Wakil Ketua Komisi B Ari Purbono mengaku sangat mendukung program CFD. Masyarakat juga menyambut positif program yang dicetuskan Pemkot Semarang itu.
”Masyarakat senang bisa berolahraga atau jalan-jalan di ruas jalan tersebut tanpa gangguan kendaraan bermotor,” ujarnya, kemarin.

Karena itulah, program untuk publik itu dia minta tidak dihentikan.
”Meski Semarang tidak bisa merebut Adipura, namun program itu menambah penilaian. Kalau dihentikan, penilaian Adipura untuk Kota Semarang bisa jeblok,” tandasnya.

Sumber : Suara Merdeka 6 Januari 2011

Kamis, 05 Januari 2012

Sudah Meninggal Terdaftar Gakin

Warga miskin (gakin)2011 yangsudah ditetapkan dan diluncurkan Pemkot Semarang masih terdapat temuan kesalahan.
Wakil Ketua Komisi BDPRD Kota Semarang Ari Purbono mengungkapkan, dalam pengecekan yangdilakukan politisi dari PKS tersebut ditemukan kesalahan hasil uji publik yakni berupa data ganda. "Data warga miskin 2011 yangsudah diluncurkan beberapa waktu lalu seperti menggunakan data lama yang digunakan kembali. Anggapan itu muncul karena adanya temuan kembali data yang sama dan data warga meninggal yang masih tercantum,” ungkap Ari.
Jalur Sepeda Diserobot- Pelanggar Harus Diberi Sanksi Tegas

SEMARANG – Disiplin berlalu lintas masyarakat pengguna jalan dinilai masih rendah terkait pengoperasian jalur sepeda di sejumlah jalur protokol di Semarang.

Dishubkominfo Kota Semarang diminta untuk segera berkoordinasi dengan Satpol PP dan Kepolisian untuk pemberian sanksi terhadap pelanggaran jalur sepeda. “Mereka melakukan pelanggaran karena belum terbiasa dengan program jalur sepeda yang memang tergolong baru di Semarang.Kalau sudah disosialisasikan tapi masih juga terjadi pelanggaran maka bisa ditempuh sosialisasi yang lebih intens dibarengi dengan penindakan hukum,” beber Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Ari Purbono, kemarin.