Kenaikkan Retribusi PKL 100%
Pedagang Minta Sesuai Zonasi
SEMARANG – Dinas Pasar diminta melakukan pembedaan terkait rencana kenaikan tarif retribusi pedagang kaki lima. Pembedaan diberlakukan berdasar zonasi, wilayah khusus, tengah kota dan wilayah pinggiran.
Sebab, tidak semua titik PKL punya pendapatan dan omzet yang sama. Pedagang klitikan Taman Progo,Teguh Gunawan berharap Dinas Pasar tidak kaku dengan rencananya menaikkan retribusi PKL sebesar100% dari retribusi sebelumnya.Kenaikan perlu dilakukan secara bertahap. Selain itu,sebelum menentukan prosentase kenaikan, Dinas Pasar perlu melakukan kajian omzet dagangan PKL. ”Omzet di PKL Simpanglima bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah per hari.
Selasa, 07 Februari 2012
Senin, 06 Februari 2012
Revitalisasi Pasar Tradisional Lamban
SEMARANG– Revitalisasi sejumlah pasar tradisonal di Kota Semarang berjalan lamban. Buktinya, penyelesaian sejumlah proyek pembangunan pasar meleset dari target yang telah direncanakan sebelumnya.
Kondisi tersebut bertolak belakang dengan pertumbuhan pasar modern yang tumbuh subur di Ibu Kota Jawa Tengah ini. Beberapa pasar tradisional yang tersendat pembangunannya misalnya,Pasar Jrakah.Revitalisasi pasar menjadi dua lantai dengan total anggaran Rp3,81 miliar yang ditargetkan selesai akhir 2008 lalu hingga kini juga juga belum tuntas.
SEMARANG– Revitalisasi sejumlah pasar tradisonal di Kota Semarang berjalan lamban. Buktinya, penyelesaian sejumlah proyek pembangunan pasar meleset dari target yang telah direncanakan sebelumnya.
Kondisi tersebut bertolak belakang dengan pertumbuhan pasar modern yang tumbuh subur di Ibu Kota Jawa Tengah ini. Beberapa pasar tradisional yang tersendat pembangunannya misalnya,Pasar Jrakah.Revitalisasi pasar menjadi dua lantai dengan total anggaran Rp3,81 miliar yang ditargetkan selesai akhir 2008 lalu hingga kini juga juga belum tuntas.
Jumat, 03 Februari 2012
Giant Ancam Pasar Karangayu
KOMITMEN Pemkot Semarang untuk melindungi kelangsungan usaha pedagang di pasar tradisional dipertanyakan kalangan DPRD.Pasalnya Pemkot melalui Badan Pelayanan Perizinan Terpadu diam-diam memberikan izin operasional Giant Hypermarket di Jalan Jenderal Sudirman, tak jauh dari Pasar Karangayu.
”Kenapa harus berdiri berdekatan dengan Pasar Karangayu.Komitmen Pemkot yang katanya ingin melindungi pasar tradisional di mana,” kritik Wakil Ketua Komisi B DPRD Ari Purbono,kemarin. Mantan calon wakil wali kota ini menyesalkan sikap gegabah BPPT yang terburu mengeluarkanizintersebut. MenurutKepala BPPT Sri Martini,izin toko modern yang dikantongi Giant Karangayu sudah memenuhi persyaratan dan mengacu pada ketentuan perundang-undangan.
Sumber : Seputar Indonesia, 3 Pebruari 2012
KOMITMEN Pemkot Semarang untuk melindungi kelangsungan usaha pedagang di pasar tradisional dipertanyakan kalangan DPRD.Pasalnya Pemkot melalui Badan Pelayanan Perizinan Terpadu diam-diam memberikan izin operasional Giant Hypermarket di Jalan Jenderal Sudirman, tak jauh dari Pasar Karangayu.
”Kenapa harus berdiri berdekatan dengan Pasar Karangayu.Komitmen Pemkot yang katanya ingin melindungi pasar tradisional di mana,” kritik Wakil Ketua Komisi B DPRD Ari Purbono,kemarin. Mantan calon wakil wali kota ini menyesalkan sikap gegabah BPPT yang terburu mengeluarkanizintersebut. MenurutKepala BPPT Sri Martini,izin toko modern yang dikantongi Giant Karangayu sudah memenuhi persyaratan dan mengacu pada ketentuan perundang-undangan.
Sumber : Seputar Indonesia, 3 Pebruari 2012
Langganan:
Postingan (Atom)


